Rabu, 11 Oktober 2017

Analgetik dan Mekanisme Kerjanya



Analgetik
Analgetik merupakan obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit tanpa mempengaruhi kesadaran dengan bertindak dalam sistem saraf pusat atau mekanisme nyeri perifer.
Penggolongan analgetik
Berdasarkan farmakologisnya, analgetik dapat dibagi kedalam dua golongan yaitu sebagai berikut. 
1. Analgetik non narkotik/perifer
Analgetik non narkotik merupakan golongan analgetik yang obat-obatnya terdiri atas obat-obat tidak bersifat narkotik.
Mekanisme kerja : dengan cara menghambat pelepasan mediator sehingga aktivitas dari enzim siklooksigenase terhambat dan sintesa prostaglandin tidak terjadi.

Penggolongan analgetik non narkotik
1.      Analgetik-antipiretik
Pada dasarnya, obat golongan ini digunakan untuk pengobatan simptomatik yaitu hanya meringankan gejala penyakit tidak menyembuhkan atau menghilangkan penyebab penyakit. Berdasarkan struktur kimianya obat analgesik-antipiretik dibagi menjadi 2 kelompok yaitu sebagai berikut.
1.      Turunan anilin dan para aminofenol
Turunan anilin dan aminofenol seperti asetaminofen, asetanilid dan fanasetin  mempunyai aktiitas analgesik-antipiretik sebanding dengan aspirin. Turunan ini digunakan untuk mengurangi rasa nyei dikepalanyeri otot dan sendi serta demam.
Gambar 1. Struktur umum anilin dan p-aminofenol

Adapun hubungan struktur aktivitas dari senyawa obat turunan anilin dan para aminofenol adalah sebagai berikut.
a.   Anilin mempunyai efek antipiretik cukup tinggi tetapi toksisitasnya juga besar karena menimbulkan methemoglobin yaitu suatu bentuk hemoglobin yang tidak dapat berfungsi sebagai pembawaa oksigen.
b.    Turunan aromatik dari asetanilid seperti benzananilid sukar larut dalaam air, tidk dapat dibawa oleh cairan tubuh kereseptor sehingga tidak menimbulkan efek analgesik.
c.      Para aminofenol adalah produk metabolik dari anilin dengan toksisitas yang lebih rendah dibanding anilin dan turunan orto dan meta, akan tetapi masih terlalu toksik untuk langung digunakan sebagai obat sehingga perlu dilakukan modifikasi struktur untuk mengurangi toksisitasnya.
d.    Asetilasi gugus amino dari p-aminoenol (asetaminofen) akan menurunkan toksisitasnya, pada dosis terapi relatif aman akan tetapi pada dosis yang lebih besar akan mengakibatkan kerusakan hati.
e.   Esterifikasi gugus hidroksi dari  p-aminofenol dengan gugus metil (anisidin) dan etil (fenetidin) akan meningkatkan aktivitas analgesik. Akan tetapi karena mengandung gugus amino bebas maka pembentukan methemoglobin akan meningkat.
2.      Turunan 5-pirazolin
Turunan 5 pirazolin seperti antipirin, amidopirin dan metampiron mempunyai aktivitas analgesik-antipireik dan antirematik yang serupa dengan aspirin. Turunan ini digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada keadaan nyeri dibagian kepala, nyeri rematik dan lain sebagainya.
 
Gambar 2. Struktur umum 5-pirazolon

2.      Anti radang bukan steroid
`       Berdasarkan struktur kimianya obat anti radang bukan steroid terdiri atas :
1.      turunan asam salisilat
2.      turunan 5-pirazolidindion
3.      turunan asam N-arilantranilat
4.      turunan salisilat
5.      turunan heteroarilasetat
6.      turunan oksikam
7.      turunan lain-lain

2. Analgetik narkotika
Analgetik narkotika merupakan suatu senyawa yang dapat menekan fungsi SSP secara selektif yang digunakan khusus untuk menghilangkan rasa nyeri yang hebat, seperti kanker, serangan jantung akut dan lain sebagainya.
Berdasarkan cara kerjanya pada reseptor obat golongan analgetik dibagi menjadi :
a.       Agonis penuh (kuat), contohnya : morfin
b.      Agonis parsial ( agonis lemah sampai sedang ), contohnya : kodein
c.       Campuran agonis dan antagonis, contoh : nalbufin
d.      Antagonis, contoh : nalorfin
Mekanisme kerja : dengan cara menempati reseptor dikomu dorsalis medula spinalis sehingga terjadi penghambatan pelepasan transmitter dan perangsangan kesaraf spinal tidak terjadi.

Gambar 2. Struktur morfin
Nyeri
Nyeri merupakan suatu sensasi yang dirasakan oleh tubuh yang mengindikasikan bahwa tubuh mengalami kerusakan jaringan atau bahkan terjadi disfungsi dari sistem saraf.  Umumnya,  nyeri dapat dibagi menjadi :
1.      Nyeri nosiseptif (akut)
Nyeri nosiseptif merupakan nyeri yang disebabkan oleh kerusakan jaringan ataupun adanya fungsi abnormal dari otot atau organ dalam . sehingga, nyeri akut meliputi nyeri somatik dan viseral.
2.      Nyeri neuropatik (kronis)
Nyeri kronis terjadi akibat pemprosesan input sensorik yang abnormal oleh SSP atau perifer. Sehingga, dengan demikian nyeri kronis dapat dibagi menjadi :
a.       Nyeri yang menetap lebih dari waktu sembuh normal untuk luka akut
b.      Nyeri akibat penyakit kronis
c.       Nyeri yang tidak jelas organ penyebabnya
d.      Nyeri yang disebabkan oleh kanker

Referensi
Dipiro, T.J., Wells, G.B., Shwinghammer, L.T. dan Dipiro, V.C. 2009. Pharmacotherapy Handbook Seven Edition. New York : The McGraw-Hill Companies, Inc.
Tjay, H.T. dan Rahardja, K. 2007. Obat-obat penting edisi keenam. Jakarta : PT. Alex Media Komputindo.

Tripathi, K.D. 2003. Essentials f Medical Pharmaclogy 5th Edn. New Delhi : Jaypee Brothers Medical Publisher.

Pertanyaan :
1.      Bagaimana mekanisme kerja dari morfin sebagai obat analgetik sentral ?
2.      Apakah  obat analgetik dapat dikonsumsi ibu hamil? Dan bagaimana kontra indikasi obat nalgetik?
3.      Apakah analgetik bisa digunakan utuk anak-anak yang dibawah umur 7 tahun ?
4.      Jika seseorang merasakan nyeri tentu akan ada usaha untuk meredakan rasa nyeri tersebut, menurut anda apakah ada cara tertentu untuk menurunkan intensitas nyeri tersebut?
5.      Nyeri neuropatik itu ada yang disebabkan oleh nyeri akibat kanker, obat apa yang digunakan untuk mengobati nyeri ini?
6.      Nyeri merupakan suatu sensasi yang dirasakan namun sulit untuk diukur intensitas dari nyeri yang dirasakan. Jadi yang ingin saya tanyakan apakah ada suatu metode atau alat tertentu yang dapat digunakan untuk mengukur intensitas nyeri tersebut?
7.      Bagaimana efek dan mekanisme toksisitas  salah satu obat yaitu dextromethorphan jika dikonsumsi berlebihan?
8.      Senyawa kimia apa yang dapat menimbulkan nyeri?
9.      Apa efek samping dari turunan anilin dan p-aminofenol serta turunan 5-pirazolon?
10.  Jelaskan mengenai sisi reseptor turunan morfin yang sangat penting untuk timbulnya efek analgesik!
11.  Bagaimana mekanisme kerja dari agonis parsial pada golongan analgetik narkotik?




19 komentar:

  1. Jawaban no 8 Slah satu senyawa kimia yg dpt menimbulkan nyeri yaitu as. asetat. As. asetat adalah suatu senyawa yg dpt menstimulus nyeri dimana serabut saraf akan menghantarkan impuls nyeri kekorteks ssnsorik diotak sehingga akan menimbulkan nyeri yg brsifat linu. Dan mekanismenya dgn cara membuat luka pada jringan yg menstimulus prostaglandin shgga akan menyebabkan rasa sakit

    BalasHapus
  2. menurut pendapat saya jawaban no 1 yaitu adapun mekanisme kerja dari morfin sebagai obat analgetik sentral yaitu melalui proses berikatannya dengan resptor opioid pada SSP dan menghambat jalur nyeri, lalu akan diubah persepsi serta respon terhadap rasa sakit dan menyebabkan berkurangnya sensasi nyeri yang dirasakan

    BalasHapus
  3. Hai kak, saya akan menciba menjawab pertanyaan no 2,
    Untuk penggunaan analgetik untk ibu hamil dalam dosis yg tepat msih diprbolehkan. Misalny pda saat mengaami nyeri ibu hamil dpt menggunakan pct untuk mengatasi nyeri. Hal ini disebabkan krn pct mrupakan obat kehamilan kategori B, yaitu obat yg memperlihatkan tidak adanya resiko thdp janin. Akan tetapi, untk pnggunaannya hrs dgn dosis yg tpat.
    Dan untk kontra indikasi dr obt analgetik ini yaitu penderita gangguan fungsi hati yg berat dan pnderita hipersensitif thdp obat ini.

    BalasHapus
  4. saya akan membantu menjawab no 10
    adapun reseptor turunan morfin mempunyai 3 sisi sangat penting untuk ditimbulkan aktivitas analgetik yaitu:

    1.struktur bidang datar ,yang ,emgikat cincin aromatik obat melalui ikatan van der waals

    2.tempat anionic yang mampu berinteraksi dengan pusat muatan positif obat

    3.lubang dengan orientasi yang sesuai untuk menampung bidang -CH2-CH2-. dari proyeksicincin piperidin yang terletak didepan bidang yang mengandung cincin aromatik dan pusat dasar.

    BalasHapus
  5. mnrt saya utk ibu hamil dan menyusui bole saja mnggunakan analgetik sprti pct atau ibuprofen hanya saja hrs di diskusikan dahulu kpd dokter apakah aman utk janin dan bayi nya
    sama jg utk anak2 bole saja mnggunkan pct

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya saya setuju untuk anak anak boleh mengkonsumsi obat analgetik namun harus di konsultasikan kedokter atau ke apoteker

      Hapus
  6. Saya mencoba menjawab soal no 9
    Adapun efek samping dari turunan anilin dan p-aminofenol yaitu methemoglobin dan hepatotoksik. Sedangkan turunan 5-pirazolon yaitu agranulositosis yg dalam bbrpa kasus dpt berakibat fatal.

    BalasHapus
  7. Saya akan mencoba membantu menjawab permasalahan no. 6
    Ada, alat pengukuran nyeri ini terdiri dari skala unidimensi sederhana atau kuisioner multidimensi, sehingga salah satu contoh alat tersebut yaitu: visual analog scale (VAS) merupakan suatu instrumen pengukuran untuk mengukur karakteristik atau rasa yang mempunyai rentang kesatuan nilai. VAS biasanya yang paling umum berbentuk garis horizontal dgn panjang lbh kurang 10 cm dgn slah satu ujung dgn tulisan " tidak ada nyeri" dan bagian ujung lainnya "nyeri sangat kuat". Lalu pasien memberi titik pada garis yang paling menggambarkan nyeri yang dirasakan.

    BalasHapus
  8. Baiklah saya akan mencoba menjawabnya, mengenai Nomor 4 berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di AS, sehingga dapat diketahui bahwa ada salah satu teknik yang digunakan untuk menurunkan intensitas nyeri yaitu teknik self-hypnosis. Jadi, self-hypnosis ini adalah suatu teknik sederhana yang dapat membantu kita untuk mengenali pikiran bawah sadar, sekaligus akan dilakukan pemberdayaan diri melalui pemprograman ulang terhadap pikiran bawah sadar tersebut.
    Adapun untuk mengatasi nyeri ada bbrp teknik self-hypnosis yang banyk dgunakan:
    1. Glove anasthesia yaitu menganggap atau membayangkan tangan mati rasa atau kebas dan menempatknnya dits regio yg nyeri untk menghilangkan sensasi nyeri dibagian tsb.
    2. Distori waktu yaitu merasa periode waktu disertai nyeri lebih pendek dan periode bebas nyeri akan kekal/lama
    3. Transformasi imajinatif yaitu menganggap rasa nyeri bukan suatu ancaman dan tidak menyebabkan kesulitan

    BalasHapus
  9. Saya mencoba menjawab no 7
    Dekstrometorfan adalah dekstroisomer dari kodein analog metorfan. Dekstrometorfan tidak bekerja pada reseptor opioid tipe mu dan delta seperti jenis levoisomer, tetapi bekerja pada reseptor tipe sigma. Dekstrometorfan memiliki efek halusinogen. Zat yang memiliki peran dalam mengakibatkan efek halusinogen ini adalah metabolit aktif dari dekstrometorfan yaitu dekstrorfan (3-hydroxy-17-methylmorphinan). Dekstrorfan dapat terikat dengan afinitas lemah dengan reseptor opioid tipe sigma dan terikat dengan afinitas kuat dengan reseptor NMDA (N-methyl- D-aspartate). Dextrometorfan bekerja sebagai antagonis reseptor N-methyl-D-aspartate (NMDA) yang akan memproduksi efek yang sama dengan efek dari ketamin maupun fenisiklidin (PCP). Hal inilah yang menyebabkan orang menggunakan dekstrometorfan untuk mendapatkan efek yang mirip dengan penggunaan ketamin. Ketamin sendiri adalah obat yang digunakan sebagai anestetik umum.
    Jadi ketika kita mengonsumsi dextromethorpan berlebihan, metabolit aktifnya tidak hanya berikatan dengan reseptor mu, melainkan kelebihan metabolit aktifnya berpindah berikatan dengan reseptor NMDA, dan efeknya hilang kesadaran total

    BalasHapus
  10. menurut saya analgetik bisa diberikan untuk anak-anak dibawah 7 tahun selama itu masih sesuai dengan aturan pakai dan tidak melebihi dosis yang telah dianjurkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya saya setuju contohnya pemberian pct dan ibuprofen kepada anak, pada dasarnya di bolehkan hanya saja harus di konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter

      Hapus
  11. hai aida saya tertarik untuk menjawab pertanyaan no5
    obat nyeri yang umum digunakan untuk nyeri neuropatik akibat kanker adalah morfin. Hanya saja penggunaan obat ini, walau efektif, namun memiliki banyak sekali efek samping. Di antara efek-efek samping tersebut, salah satu efek samping yang dapat muncul dengan semakin tingginya penggunaan obat ini adalah kemungkinan untuk terjadinya depresi nafas.Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dou dan kawan-kawan, ditemukan bahwa pemberian obat PREGABALIN , mampu memberikan keuntungan lebih bila dikombinasikan dengan morphine dalam terapi nyeri neuropati kanker ini.Dari penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian pregabalin dapat meningkatkan efikasi dari pemberian morphine oral dan menurunkan reaksi samping terkait dosis dari morphine. Pemberian kombinasi ini merupakah salah satu pendekatan yang efektif dalam menangani NCP (neuropathic cancer pain).

    BalasHapus
  12. untuk pertanyaan nomor 3. analgetik bisa saja digunakan untuk anak dibawah 7 tahun tetapi sesuai dengan resep dokter dan ada juga yang dijual bebas seperti parasetamol.

    BalasHapus
  13. Saya ingin menjawab pertanyaan nomor 8, yaitu Stimulasi tersebut dapat berupa zat kimia seperti histamine, bradikinin, prostaglandin, dan macam-macam asam yang dilepas apabila terdapat kerusakan pada jaringan akibat kekurangan oksigenasi, stimulasi lain berupa termal, listrik atau mekanis.

    BalasHapus
  14. saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2
    Untuk penggunaan analgetik untk ibu hamil dalam dosis yg tepat msih diprbolehkan. Misalny pda saat mengaami nyeri ibu hamil dpt menggunakan pct untuk mengatasi nyeri. Hal ini disebabkan krn pct mrupakan obat kehamilan kategori B, yaitu obat yg memperlihatkan tidak adanya resiko thdp janin. Akan tetapi, untk pnggunaannya hrs dgn dosis yg tpat.
    Dan untk kontra indikasi dr obt analgetik ini yaitu penderita gangguan fungsi hati yg berat dan pnderita hipersensitif thdp obat ini.

    BalasHapus
  15. mengenai pertanyaan no. 8 tentang Senyawa kimia apa yang dapat menimbulkan nyeri.
    rasa nyeri timbul karena adanya rangsangan mekanis atau kimiawi yang dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan dan melepaskan zat tertentu yang disebut mediator atau perantara nyeri. Contoh meditor nyeri yaitu bradikinin, histamin, serotonin dan prostaglandin

    BalasHapus
  16. Hai aida saya akan menambahkan terkait pertanyaan no 7. Penggunaan dekstrometorfan dosis tinggi dapat menimbulkan gangguan pada sistem saraf pusat yang mematikan serta gangguan pada organ lainnya, salah satunya hepar. Intoksikasi sedang menyebabkan clumsiness, dizziness, ataxia, nystagmus, mydriasis, dan restlessness. Juga dilaporkan adanya Visual and auditory hallucinations. Keracunan berat menyebabkan dapat terjadi stupor, coma, depresi saluran (napas,kususnya bila bersama alkohol), pupil dapat konstriksi dan dilatasi dan pada sedikit kasus seizures dilaporkan bila > 20 – 30 g/kg. Serotonin syndrom, hypertermia berat, kaku otot dan hipertensi dapat terjadi pada dosis terapeutik jika pasien juga mendapat monooksidase inhibitor.

    BalasHapus
  17. Morfin merupakan agonis reseptor opioid, dengan efek utama mengikat dan mengaktivasi reseptor µ-opioid pada sistem saraf pusat. Aktivasi reseptor ini terkait dengan analgesia, sedasi, euforia, physical dependence dan respiratory depression. Morfin juga bertindak sebagai agonis reseptor κ-opioid yang terkait dengan analgesia spinal dan miosis

    BalasHapus

Oxamniquine

OXAMNIQUINE Oxamniquin merupakan suatu obat yang digunakan untuk mengobati penyakit schistosomiasis yang disebabkan oleh cacing schi...